Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Monday, December 5, 2011

"Hachiko" Anjing Saja Bisa Begitu Setia

Film yang tak pernah bosan aku melihatnya meskipun sudah berkali-kali judulnya Hachiko: A Dog's Story yang dibintangi oleh Richard Gere. Sebuah film yang sangat berkesan, mengharukan dan penuh arti. Mengajarkan arti pertemanan dan kesetiaan. Jaman sekarang susah menemukan orang yang benar-benar setia. Jika anjing saja bisa begitu setia dan tepat janji mengapa kita sebagai manusia sering telat dan ingkar janji..????

SEBUAH KISAH NYATA
 

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.
Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan. Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”

“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.

Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”

Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.


Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulan lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.

Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.
 Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.


Friday, October 28, 2011

PEMA Baru Unsyiah Dilantik Rektor

BANDA ACEH - Rektor Universitas Syiah Kuala Profesor Darni Daud melantik Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Unsyiah periode 2011-2012 tadi pagi, Jumat (28/10). Pelantikan berlangsung di lobi Gedung Academic Activity Center Dayan Dawood Unsyiah, Darussalam.
Dalam sambutannya, Darni mengatakan mahasiswa mempunyai kekuatan sangat besar dalam membangun negeri. Menurutnya, mahasiswa memiliki kekuatan oral voice untuk dalam menyuarakan kepentingan masyarakat. “Kalau kita tanya siapa yang paling ditakuti di negeri ini, jawabannya bukannlah jenderal bintang tujuh sekalipun, tapi mahasiswa, karena mereka memiliki idealisme,” kata Darni.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus Pema Unsyiah periode sebelumnya. Menurutnya, Pema unsyiah periode 2010-2011 juga telah turut memberikan sumbangsih besar bagi 'jantong hatee rakyat Aceh' tersebut.

Sementara itu, Furqan Aqsa, Presiden Mahasiswa Unsyiah periode 2011-2012 menyebutkan mereka mengharapkan dukungan seluruh elemen mahasiswa di Unsyiah. “Karena Pema Unsyiah bukan milik satu dua orang, tapi milik semua mahasiswa,” ujarnya.

Selain Pema, Darni selaku rektor Unsyiah juga melantik Majelis Permusyawaratan Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa.

the atjeh post

Saturday, October 1, 2011

Dukung Film Dokumenter Asal Aceh di Ajang Eagle Awards 2011

Latar Belakang :

Ada sebuah obrolan ringan dalam sebuah rumah makan. Seorang yang duduknya tidak jauh dari saya berkelakar bangga karena semua yang dimakannya adalah makanan impor. Dia menyebut makanan yang sedang dimakannya satu per satu, berasnya dari Thailand, dagingnya dari Australia, sayurnya dari Vietnam, dan bahkan garamnya pun dari India. Seketika orang-orang di rumah makan itu hening sejenak. Mendengar itu saya merasakan dua hal, orang-orang Indonesia kaya karena mengkonsumsi makanan impor dan sekaligus miris karena negara yang alamnya kaya raya ini harus mendatangkan makanan dari luar negeri. Bayangkan, negara dengan garis pantai terpanjang keempat sedunia harus mengimpor garam dari luar negeri.

Keprihatinan yang timbul karena impor garam ini kemudian menjadi inspirasi bagi dua pemuda asal Aceh untuk menciptakan sebuah karya film dokumenter. Azhari dan Jamaluddin Phonna menggarap film dokumenter berjudul “Garamku Tak Asin Lagi” yang menjadi salah satu dari lima finalis Eagle Awards Metro TV 2011. Dua pemuda Aceh yang sama-sama sedang menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Malang itu berhasil menarik perhatian para juri yang terdiri dari Radhar Panca Dahana, Kioen Moe, Dr. Yudi Latif, Nan Achnas, dan M. Abduh Aziz. Eagle Award Metro TV 2011 yang mengambil tema “Bagimu Indonesia” memang dirasa tepat dengan apa yang diangkat dalam film dokumenter Garamku Tak Asin Lagi. Kedua sineas muda itu ingin menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi alam, khususnya garam, yang tidak kalah dari negara lain.

Dua pemuda asal Aceh ini yakin bahwa Indonesia tidaklah perlu mengimpor garam dari luar negeri bila kita semua mau cinta produk Indonesia dan mau memberdayakan sumber daya alam yang kita miliki. Azhari dan Jamalludin Phonna yang juga pernah memproduksi film dokumenter berjudul Menjemput Ilmu dari Sarang Peluru itu mengharapkan pemerintah untuk memberdayakan hasil negeri sendiri dan berusaha lepas dari ketergantungan dengan barang-barang impor. Kehancuran industri garam domestik dalam beberapa tahun terakhir ini bukan karena kualitas produksi yang rendah tapi lebih karena tidak ada kebijakan pemerintah yang berpihak pada industri garam lokal.

Bila pemerintah dan semua pihak mau bahu membahu bukan tidak mungkin saya berkata, “Garamku Tak Asing Lagi”. Karena garam Indonesia terasa asinnya dan garam asing tentu tidak senikmat itu.

Dukungan :

"Itukan judul film. Karya dua sineas muda Aceh itu kan?. Maksudku, Jamaluddin dan Azhari. Kok, dipakai jadi judul artikel? Apa sudah kehabisan ide? Hmmm..."
Begitulah komentar reflek sang kawan begitu mengintip artikel, saat hendak memulai menulis dan baru ada judul.

Sang kawan, benar. Itu memang judul film dokumenter. Dari 5 finalis Eagle Award 2011, film "Garamku Tak Asin Lagi" termasuk salah satu ide film yang berhasil menyisihkan 210 proposal ide lainnya.

Itu saja sudah cukup bangga. Dan, wajar jika ada banyak orang tergerak untuk bisa melakukan sesuatu. Samalah seperti wartawan yang langsung tergerak untuk mewartakannya. Sama seperti pembaca yang langsung mengirim link berita "Yukk Dukung Film Garamku Tak Asin Lagi" kepada kawan-kawan melalui facebook dan twitter.

Jadi, jika artikel ini berjudul sama dengan judul film "Garamku Tak Asin Lagi"  semata karena reflek ingin ikut mendukung dengan cara yang paling bisa penulis lakukan.

Ternyata, jadi semakin tertarik jika ditelusuri lagi latar belakang kenapa Eagle Award 2011 diadakan dan ide dasar mengapa film "Garamku Tak Asin Lagi" di buat. Ada tarikan spirit, motivasi, dan inspirasi yang kuat di dalamnya.

Berikut, minimal 3 alasan utama mengapa film "Garamku Tak Asin Lagi" karya sineas muda Aceh ini perlu di dukung.

1. Film "Garamku Tak Asin Lagi" salah satu dari 5 finalis Eagle Award 2011. Kegiatan dalam bentuk kerja film ini dibuat dengan latar belakang cinta tanah air melalui pengenalan kebhinekaan Indonesia. Film  "Garamku Tak Asin Lagi" salah satu finalis Eagle Award 2011 sebagai karya persembahan “Bagimu Indonesia”, rumah kita sendiri!

2. Film "Garamku Tak Asin Lagi" adalah karya sineas muda Indonesia asal Aceh, yakni Jamaluddin Phona dan Azhari. Hasil ide kreatif dua anak Aceh ini ternyata berhasil menyisihkan ide kreatif lainnya, yang seluruhnya berjumlah 210 proposal ide.  Jamaluddin, lahir di Banda Aceh, 18 September 1991. Sedangkan Azhari, lahir di Samalanga, 17 Agustus 1987. Keduanya adalah mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Film "Garamku Tak Asin Lagi" adalah film yang bertolak dari ide dasar bahwa kehancuran industri lokal bukan karena kualitasnya rendah, tetapi karena terkikis akibat pola pikir yang selama ini membuat banyak orang  selalu tergantung dengan produk-produk impor, sehingga melupakan produk lokal padahal kualitasnya tidak kalah dengan produk impor. Bukan cuma soal pola pikir tapi juga karena tidak ada kebijakan yang memihak kepada petani garam khususnya petani garam perempuan di Aceh.

Merekam daerah adalah mengenali kebhinekaan Indonesia yang bisa memulihkan rasa cinta tanah air karena Indonesia adalah rumah kita sendiri menjadi sangat penting bagi generasi muda Aceh di periode damai ini.

Lebih dari itu, merekam potret kehidupan petani garam adalah refleksi kritis anak muda yang sangat penting di tengah arus apatis yang bisa jadi tercipta akibat praktek politik yang semakin menggamangkan dan mengabaikan moralitas dan komitmen politik ureung Aceh. Dengan mengangkat rekaman kritis ini menjadi bukti bahwa "politik" anak muda masih sangat memikat dan menginspirasi.

Terakhir, mendukung anak muda Aceh yang kreatif, aktif, dan penuh karya serta memiliki semangat berkompetisi dengan cara-cara sehat sama nilainya dengan mendukung pemajuan Aceh. Mengapa? Jawabannya karena jika anak-anak muda Aceh hari ini penuh ide, kreatif, berkarya, dan senang berkompetisi dengan sehat maka bisa dipastikan masa depan Aceh akan lebih baik, dan sebaliknya.

Maka tidak ada pilihan lain kecuali bersegera memberi dukungan karena jika film ini bisa memenangkan salah satu dari tiga katagori kemenangan yang disediakan bisa dipastikan Aceh akan bangga dan lebih dari itu film ini juga bisa menjadi faktor pendorong untuk perubahan kebijakan pemerintah agar lebih memihak kepada rakyat kecil, khususnya terhadap petani perempuan Aceh. Adakah kebahagian lain selain melihat banyak anak muda Aceh penuh semangat untuk berkontribusi dalam memajukan Aceh?

Yukk kita nonton film dokumenter karya sineas muda Aceh "Garamku Tak Asin Lagi" di Metro TV, 5 Oktober 2011, pukul 20.00 WIB

Jak, ta dukung agar film "Garamku Tak Asin Lagi" bisa menang katagori film dokumenter favorit pemirsa. Ketik Eagle [spasi] Garam, kirim ke 9899 - sebanyak-banyaknya.

ini video nya : Garamku Tak Asin Lagi

Tuesday, September 6, 2011

Lomba Artikel Ilmiah Terbuka Untuk Mahasiswa seluruh Indonesia

Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMA Sigara) UNY mempersembahkan Lomba Artikel Ilmiah Nasional.
Persyaratan dan ketentuan :
  1. Lomba Artikel Ilmiah ini terbuka untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia.
  2. Tema Lomba Artikel “Reformasi Birokrasi dalam Pemberdayagunaan Aparatur Negara”.
  3. Peserta dapat perorangan atau kelompok. Peserta kelompok maksimal 3 mahasiswa.
  4. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul.
  5. Naskah ditulis sesuai EYD. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA.
  6. Naskah diketik pada kertas A4, Times New Roman (TNR), 12 pt, spasi 1,5, justify, margin 3cm, minimal 4 halaman maksimal 10 halaman.
  7. Naskah terdiri dari judul, abstraksi, pendahuluan, isi, kesimpulan, dan daftar pustaka.
  8. Peserta wajib membayar biaya pendaftaran Rp 10.000,00/naskah, ditransfer ke No. Rekening 2857013434, Bank Syariah Mandiri a.n Rahadi Cipto Utama. Setelah transfer diharapkan menghubungi Rahadi Cipto Utama, CP. 081907775373.
  9. Naskah artikel+biodata penulis dilampirkan (attach) ke alamat la_ian@ymail.com dengan subject: Nama Penulis+Judul artikel. Biodata tidak dijadikan satu dengan naskah.
  10. Pengumpulan naskah paling lambat tanggal 15 Oktober 2011, pukul 24.00WIB
  11. Hadiah Juara I Rp500.000,00+piagam, Juara II Rp300.000,00+piagam, Juara III Rp200.000,00+piagam.
  12. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  13. Pemenang akan diumumkan dalam acara Seminar Nasional pada 5 November 2011 di KPLT FT UNY dan www.himasigara.org.
  14. Naskah yang masuk menjadi hak panitia.

Thursday, September 1, 2011

Manfaat Marah Menangis Dan Tertawa

Ini dia beberapa fakta tentang marah yang perlu Anda ketahui:

1. Menurut Charles Spielberger, Ph.D., seorang ahli psikologi yang mengambil spesialisasi studi tentang marah. Marah adalah suatu perilaku yang normal dan sehat yakni sebagai salah satu bentuk ekspresi emosi manusia. Seperti bentuk emosi lainnya, marah juga diikuti dengan perubahan psikologis dan biologis. Ketika Anda marah, denyut nadi dan tekanan darah meningkat, begitu juga dengan level hormon, adrenalin dan noradrenalin.

2. Mark Gorkin—seorang konsultan pencegahan stres dan kekerasan— membagi marah dalam empat kategori; marah yang disengaja, marah spontan (marah yg dilakukan secara tiba-tiba), marah konstruktif (marah yang disertai ancaman terhadap orang lain) dan marah destruktif (marah yang ditumpahkan tanpa rasa bersalah).

3. Marah juga merupakan satu bentuk komunikasi. Karena adakalanya orang lain baru mengerti maksud yang ingin disampaikan ketika kita marah. Bentuk penyampaian marah bisa berbeda-beda bergantung pada lingkungan dan kondisi sosial budaya yang membentuknya. Di Jepang, orang sering diam saat marah karena memang orang-orang Jepang tidak terbiasa mengekspresikan perasaannya. Berbeda dengan orang Amerika yang lebih berterus terang mengungkapkan perasaannya atau sama halnya dengan Suku Batak di tanah air kita.

4. Marah adalah manusiawi. Marah yang bisa berdampak buruk adalah marah yang tidak dikelola. Sebaliknya bila Anda mampu mengelola amarah dengan tepat, maka ekspresi kemarahan Anda justru akan menyehatkan. Hal ini sudah terbukti pada sebuah penelitian yang menyatakan marah akan lebih baik daripada memendam perasaan jengkel.

5. Bagaimana marah yang menyehatkan itu? Yakni marah yang beralasan yang bukan karena faktor subjektif semata. Lontarkan kemarahan atau kejengkelan Anda sewajarnya saja. Sampaikan, penyebab utama kejengkelan itu. Bukan marah yang sekadar menuruti emosi yang meledak-ledak, kemudian melampiaskannya melalui kata-kata, ekspresi dan perlakuan yang kasar karena dapat merugikan orang lain. Untuk itu, dalam keadaan marah kita harus mengedepankan rasio. Sehingga kemarahan itu jadi lebih terkendali.

6. Bagi Anda yang selama ini kerap mengumbar marah tanpa alasan kuat, ada 4 langkah yang dapat dilakukan:

- Mengidentifikasi kesalahan sikap dan pendirian yang memengaruhi seseorang menjadi marah secara berlebihan. Bila telah diketahui dan diperbaiki kesalahan ini, umumnya Anda bakal lebih mudah mengendalikan marah.

- Mengidentifikasi faktor-faktor dari masa kecil yang menghambat kemampuan untuk mengekspresikan amarah. Faktor-faktor ini termasuk ketakutan, penolakan dan ketidaktahuan.

- Mempelajari cara tepat untuk mengekspresikan kemarahan sehingga tetap dapat menguasai situasi yang menimbulkan kemarahan itu, bahkan secara lebih efektif.

- Menutup luka-luka yang mungkin tertinggal oleh pengaruh emosional dari kemarahan yang menghancurkan.

MENANGIS

1. Menangis adalah ekspresi dari emosi yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan. Hal ini dipicu karena air mata yang keluar saat menangis mengandung zat mangan dan hormon prolaktin yang cenderung meningkat ketika seseorang dilanda frustrasi/depresi. Keluarnya kedua zat tersebut dari tubuh secara otomatis menurunkan depresi yang tengah diderita.

2. Ada 3 jenis air mata. Pertama, air mata basal yang diproduksi untuk melubrikasi mata secara teratur. Kedua adalah air mata yang keluar secara refleks karena dipicu oleh iritasi yang dapat terjadi oleh pengaruh bawang atau lainnya. Yang ketiga adalah air mata yang keluar karena pengaruh emosi. Jenis air mata terakhir inilah yang memiliki zat mangan dan hormon prolaktin tertinggi. Jadi, ketika seseorang menangis karena emosi yang melanda dirinya, keluarnya air mata tersebut secara naluriah mengurangi perasaan depresi yang ada hingga tubuh mencapai kondisi stabil.

3. Menangis yang sehat adalah menangis sepuasnya hingga rasa sedih atau beban emosi yang membebani terasa berkurang. Dengan begitu, usai menangis akan timbul perasaan nyaman.

TERTAWA

1. Tertawa bermanfaat untuk kesehatan. Tertawa melepaskan energi positif yang menstimulasi otak untuk melepaskan pemikiran-pemikiran negatif maupun depresi yang dialami tubuh. Menurunnya tingkat depresi pada tubuh menyebabkan sistem kekebalan tubuh pun meningkat secara otomatis sehingga tubuh terasa lebih segar dan sehat.

2. Ketika tertawa, tubuh akan menghasilkan hormon endorphine yang memberikan rasa nyaman bagi tubuh (sebagai penenang alami). Tertawa dapat meredakan stres bahkan dipercaya dapat membuat orang lebih awet muda.

3. Tertawa juga dipercaya dapat bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan atas suatu penyakit yang tengah diderita. Dengan tertawa peredaran darah dalam tubuh akan lancar, kadar oksigen dalam darah meningkat. Selain itu, tekanan darah akan normal.

4. Tertawa yang sehat adalah yang lepas, gembira dan dilakukan dengan sepenuh hati. Ketika tertawa, otot-otot di sekitar wajah pun mendapatkan stimulasi. Sehingga dapat sekaligus untuk senam wajah, mengendurkan ketegangan otot-otot di wajah.Sumber
 Manfaat Marah Menangis Dan Tertawa

Besok, Niken KDI Hibur Warga Bireuen

BIREUEN - Menyemarakkan Lebaran Idul Fitri 1432 H, artis Aceh Niken KDI akan menghibur masyarakat Bireuen, di Lapangan SMPN 1 Bireuen Jumat malam.

Koordinator hiburan rakyat, Asnawi mengatakan, selain Niken KDI pada acara itu juga akan tampil sejumlah artis lokal dari Lhokseumawe, Medan, dan Bireuen. Acara itu, menurut Asnawi, akan diiringi Band Kupula Indah pimpinan Juragan Saleh.

Sedangkan pada Sabtu (3/8) malam, tambahnya, hiburan rakyat di tempat yang sama akan menghadirkan magic show bersama Mas Yoga Cs. “Bagi warga yang ingin menonton dikutip tiket Rp 10.000/orang,” ujarnya.

waspada.online

Monday, August 29, 2011

Film '?' Batal Ditayangkan SCTV Gara-Gara di Demo FPI

Jakarta - Buntut dari akan ditayangkannya film ? (TANDA TANYA) di stasiun televisi SCTV, sekitar 300 anggota Ormas FPI (Front Pembela Islam) mendatangi stasiun televisi yang bersangkutan. Kelompok Ormas itu berbondong-bondong datang sekitar pukul 17.20 WIB dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan kendaraan roda empat. 

Dalam orasinya, Ketua DPP Front Pembela Islam DKI Jakarta, Habib Salim Alatas meminta kepada SCTV untuk tidak menayangkan film ?. Alasannya, berdasarkan fatwa MUI DKI Jakarta, film besutan Hanung Bramantyo tersebut dinilai haram untuk ditonton.


"Berdasarkan fatwa MUI DKI Jakarta, film itu sudah dianggap sesat. Kami meminta kepada pihak SCTV untuk tidak menanyakan film ?," tegas Habib Salim di kawasan Senayan City, Jakarta, Sabtu (27/8).
Setelah melakukan aksi orasi, Ormas FPI yang diwakili Habib Salim Alatas langsung disambut oleh pihak SCTV dan diarahkan menuju ke lantai 19 untuk berdialog. Selang hampir 45 menit, akhirnya pihak SCTV yang diwakili oleh Hardijanto Soeroso selaku Corporate Secretary SCTV memutuskan untuk tidak menayangkan film ?.

"Kami telah mengevaluasikan kembali mengenai penayangan film ?. Dan hasil dari evaluasi tersebut pihak SCTV tidak akan menayangkan film ?," ujar Hardijanto. 

Aksi demo FPI tersebut dikawal ketat oleh sekitar 100 petugas kepolisian dari Polsek Tanah Abang Jakarta Pusat dan 200 pihak sekuriti dari Senayan City disiagakan untuk menghadang 300 demonstran FPI yang datang di SCTV Tower, Jl. Asia Afrika, Jakarta Pusat.

Kapanlagi.com

Sunday, August 28, 2011

Tulisan Pertama Upy Yang Menguras Air Mata

Annisa Phalupi
Annisa Phalupi, ini nama lengkap  upy sang penulis cerpen menggugah ini, gadis manis kelahiran Lhokseumawe 17 Juni 1993 ini yang mempunyai bakat dalam dunia sastra,  Alhasil karyanya bisa menguras air mata para pembaca. Gadis  pemilik blog : www.phalupi.blogspot.com ini yang baru duduk dibangku perkuliahan di Jurusan FKIP Seni Rupa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Ini tulisan pertama anak dari pasangan Pak Eddy siswanto dan Asni, S.pd yang dulunya pernah tinggal di Komplek perumahan PT.Arun Batuphat Lhokseumawe dan sekarang menetap di Kota Langsa :

Tulisan Pertamaku : Tentang Getirnya Kehidupan Seorang " Vian "
Ini ceritaku tentang kehidupan seorang bocah kecil bernama Vian.
Beberapa puluh tahun yg lalu,
Di suatu tempat yg jauh disana, hiduplah sepasang suami-istri dengan 4 orang anaknya.
Mereka tinggal dan hidup sederhana di sebuah kota, (sebut saja Bandung).
Anak sulung nya bernama Vian.



*sebenarnya Vian anak kedua, tapi kakaknya meninggal ketika berumur 2 bulan.
Vian lahir dan dibesarkan di Bandung, hingga akhirnya sang ayah di pindah tugaskan keluar kota.
Ya, Vian dan yang lain juga harus ikutan pindah.
Waktu itu, Vian baru menginjak usia 10 tahun.
Vian sekeluarga kini tinggal di Jakarta.
Vian pun harus menyesuaikan diri dengan teman baru dan juga lingkungan barunya.

Beberapa tahun kemudian,
Vian mulai menginjak masa remaja, saat itu usia nya baru 15 tahun.
Dia sudah jadi anak SMA ketika itu.
Disinilah awal kepedihan Vian.

Jakarta itu kota besar, kota nya para bebungulan (kata sebagian orang).
Hidup di jakarta itu kejam,
Sekejam yang dilakukan teman-teman Vian kepadanya.
Dia dikelilingi teman-teman yang “nakal”.
Tapi Vian tidak punya pilihan lain, cuma mereka yang mau berteman dengan Vian.
Vian masih terlalu lugu, dengan mudahnya dia dipengaruhi teman palsunya.
Merokok, minum, musroom, bahkan “make”.
Vian, Vian..
Malangnya nasibmu.

Vian kini semakin dewasa, Vian sudah kuliah.
Tapi beban hidupnya juga semakin bertambah besar.
Sebenarnya Vian ingin kuliah di kedokteran, tapi Vian tidak bisa.
Papa tidak mengijinkan Vian jadi dokter, Vian cuma dikasih 2 pilihan.
Kuliah di jurusan kebahasaan (Inggris) atau komunikasi.
Sampai di bangku kuliah pun Vian masih di kelilingi teman nakalnya.
Vian punya teman palsu, yang kerjanya cuma bisa menguras isi dompet Vian.
Teman-teman palsu yang adanya kalau Vian lagi senang saja.
Vian yang lugu itu ternyata cuma dijadikan mainan sama teman-temannya.
Dia dimanfatiin, dibego-begoin, dikuras habis-habisan.
Dan yang lebih parahnya lagi , dia di duain sama orang yang disayang.
Vian yang clubing tiap malam, Vian yang jarang banget masuk kuliah.

Dulu,
Vian cuma punya mama, mama selalu ada untuk Vian .
Mama yang selalu dengerin curhatan Vian, mama yang selalu melindungi Vian tiap kali ia dimarahi papa.
Mama yang rela dipukul, dimarah, dijadiin sasaran tiap kali papa ngamuk.
Tapi mama pergi terlalu cepat.
Vian belum bisa bahagiain mama, Vian belum bisa melihat senyum puas mama karena keberhasilan Vian.
Sejak kepergian mama tercinta, Vian berubah drastis.
Vian semakin hancur dan tidak terarah.
Papa juga semakin kasar .
Mama sudah tidak ada. Dan sekarang papa menjadikan Vian sasaran utama tiap kali ia ngamuk.
Vian benci sama papa.

Papa jahat, papa yang menyia-nyiakan mama.
Papa tidak pernah memperlakukan Vian seperti anak-anak lain.
Vian kuliah dengan jerih payahnya sendiri, Vian hidup pakai biaya sendiri,
Vian cuma numpang tidur di istana papa.
Di istana tempat papa berbuat semaunya.
Papa semakin merajalela.
Pernah suatu kali papa ngamuk,
Papa memukuli Vian sampai ia berlumuran darah, Vian di hajar habis-habisan sama papa di depan kamarnya. Sampai pintu kamar Vian rusak.
Vian masuk Rumah Sakit, tapi papa tidak juga peduli.

Bahkan, papa juga tidak pernah tahu kalau selama ini Vian sakit parah.
Vian mondar-mandir sana-sini buat berobat sendiri.
Vian check-up, therapy, semua itu pakai uangnya sendiri.
Tapi papa tidak pernah tahu.

Papa juga tidak mau tahu semua tentang Vian.
Vian yang sudah terlanjur benci sama papa, sekarang sudah bisa lebih kuat.
Vian bisa menjalani hidup tanpa kasih sayang papa .
Vian bisa membuktikan kalau ia bukan anak yang bisanya hanya membebani orang tua saja.

Vian,
Tak lama lagi kuliahnya selesai.
Dan,  Vian akan mendapatkan gelar sarjana.
Harus nya Vian senang dengan semua ini, tetapi saat ini ia sedang membutuhkan biaya untuk menyelesaikan kuliahnya.

Belum lagi tunggakan uang kuliah yang sudah menumpuk terlalu banyak.
Meskipun Vian harus pinjam kanan-kiri, tapi ia tidak pernah malu.
Karena ia tahu, ia mendapatkannya dengan cara yang halal, yang di ridhoi sama Allah.
Yah, Vian masih coba untuk meminjam uang dengan sepupunya.
Semoga Vian dapat pinjaman uang kuliah.

Satu-satunya jalan lain supaya Vian tetap bisa meneruskan kuliahnya adalah dengan mengajukan beasiswa.
Vian pun menyusun proposal untuk mengajukan beasiswa.
Vian ingin melanjutkan kuliahnya hingga S2.

Dia berusaha seorang diri, berusaha mempertahankan hidupnya.
Perjalanan Vian belum berakhir sampai disini, ini hanya secuil tentang Vian.
Kisah Vian adalah kisah yang tidak pernah ada ujungnya.
Karena Vian, adalah awal dari semuanya.




Saturday, August 27, 2011

Rektor UTU Dilantik, Mahasiswa Memprotes

Meulaboh - Pelantikan Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh di ruang auditorium Setdakab Aceh Barat, Meulaboh, Jum'at (26/8) petang berlangsung ricuh karena mahasiswa memprotes dan menolak pelantikan yang dilakukan oleh Bupati Aceh Barat Ramli MS. Beberapa mahasiswa naik ke atas panggung sambil meneriakan kata-kata protes bahkan nota pelantikan sempat dirobek oleh mahasiswa.

Sebagaimana dikutip dari situs www.gsfaceh.com, gemuruh keributan terjadi paska pidato sekretaris yayasan Drs. Muslim Raden, M.Si. Puluhan mahasiswa berteriak dan merebut mikrophone di tangan MC , seraya menaiki meja para pejabat yang masih duduk diatas kursi.

Pihak keamanan Satpol PP berusaha menenangkan sikap sejumlah mahasiswa namun tak pelak sempat terjadi tarik menarik antara satpol PP dengan mahasiswa. Salah seorang staf humas Pemkab Aceh Barat sempat terjatuh karena mencoba menahan mahasiswa yang hendak merentangkan spanduk dalam arena pelantikan.

"Kami menolak pelantikan ini, dulu sudah ada rektor defenitif yang terpilih berdasarkan sistim demokrasi dan transparan, kenapa hari ini yang dilantik orang lain," teriakan salah seorang mahasiswa.

Bupati Kebal Protes.
Kendati menuai protes keras dari mahasiswa, Bupati Aceh Barat, Ramli. MS, tetap melanjutkan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Ir. Abdul Malek, M.Si, sebagai Rektor baru UTU menggantikan Pj Rektor Ir.Rusdi Faizin,M.Si, walaupun acara sempat terhenti sebentar.

Ekspresi Bupati Ramli MS menunjukkan kekagetan melihat keberanian mahasiswa memprotes pelantikan yang notabene dilangsungkan di "sarangnya" Pemkab.

Seusai membacakan sumpah jabatan dan penandatanganan nota pelantikan, seorang mahasiswa berhasil merebut lembaran yang telah ditanda tangani tersebut, kemudian merobek dan menaburkannya kepada dihadapan para pejabat setempat.

Rektor yang baru dilantik Ir.Rusdi Faizin,M.Si melangkah terburu-buru saat keluar dari ruangan buru tanpa menggubris pertanyaan wartawan, meninggalkan arena pelantikan. Sejumlah mahasiswa tampak geram dan kecewa atas pelantikan rektor yang menurut mereka cacat hukum.

Sementara itu mantan Pj Rektor UTU,  Ir.Rusdi Faizin, M.Si yang ditemui usai pelantikan menjelaskan, bahwa pelantikan tersebut dilakukan yayasan atas hak yayasan. "Kita terima saja dan ikut bagaimana yang baik, dan siapapun rektor yang penting UTU cepat negeri,"katanya.

Sedangkan Presiden Mahasiswa UTU, Irvan Sutia menganggap pelantikan tersebut tidak resmi karena tidak melalui tahapan pemilihan oleh Senat Fakultas. "Ini jelas melanggar hukum yaitu Statuta Universitas Teuku Umar," kata Irvan.

Cacat HukumMenurut mahasiswa, pelantikan ini tidak ada dasar hukumnya karena kalau mengacu pada pemilihan Rektor yang berlangsung tanggal 5 Agustus 2010 lalu, Balon Rektor Drs. Alfian mengantongi sembilan suara, Balon Rektor Dr. Edwarsyah mengantongi delapan suara dan Balon Rektor Ir. Abdul Malik Ali, M.Si mengantongi nol suara.

"Rektor yang dilantik hari ini adalah balon Rektor nol suara. Dia sendiri punya hak suara tetapi tidak memilih diri sendiri namun malah dilantik oleh Pembina yayasan, apa dasar hukumnya?"tanya Irvan.

Pema UTU menggharapkan pada yayasan dapat menganulir pelantikan tersebut dan segera melanjutkan memproses pemenang pemilihan yang lama atau mengadakan pemilihan baru lagi . Ini sangat penting demi penyelamatan Universitas Teuku Umar. 

the globe journal

Wednesday, August 17, 2011

Permohonan Beasiswa Pemerintah Aceh Melebihi Kuota

Banda Aceh - Sejak dibukanya penerimaan berkas beasiswa Pemda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), sampai saat ini permohonan terus meningkat mencapai 14 ribu lebih, belum termasuk S2 dan S3. Beberapa hari yang lalu telah dikeluarkan pengumuman percepatan penutupan dari jadwal sebelumnya, dengan asumsi supaya tidak mencapai 10.000 berkas, yang berakibat tidak cukup waktu untuk diperiksa kelengkapan berkas tersebut.
Ketua Pelaksana Lembaga Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) Aceh, Ir. Izhar, MM kepada The Globe Journal Selasa (16/8) mengatakan, meskipun jumlahnya sudah melebihi dari 10.000, tetapi pihaknya tidak berhak menutup sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan.
“Kita tidak bisa tahan mereka, kita boleh saja target tetapi kalau melebihi kan tidak bisa bilang sudah cukup harus di stop, gak bisa begitu, kita tetap terima sampai batas waktu pengumuman kita,”kata Izhar.
Data sementara yang diperoleh oleh The Globe Journal Selasa (16/8) pagi dari Lembaga Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) Aceh , S1 sebanyak 14.567 berkas, S2 1005 berkas, dan S3 sebanyak 97 berkas.
Tambahnya, semua berkas yang masuk akan diproses yang mana yang memenuhi syarat dan yang tidak. Nanti pihaknya akan membuat rapat untuk menentukan siapa yang berhak menerima.
Sementara ditanya mengenai berapa anggaran bantuan beasiswa untuk tahun ini, pihaknya belum tahu berapa anggarannya, namun untuk tahun 2010 kemarin anggarannya 3 milliar untuk 1400 penerima yang sudah terseleksi. Sementara yang memasukan permohonan tahun lalu itu cuma 4000 berkas.
“Itulah minat sekarang, dulu mungkin tidak diumumkan, sekarang kita umumkan. Mungkin dulu yang dapat yang sekitar-sekitar disini saja, sekarang memang harus transparan,”ujarnya.
Menurut Izhar, mahasiswa sekarang banyak yang ikut-ikutan, mereka tidak melihat syarat-syaratnya, padahal kalau dicek, banyak yang tidak memenuhi syarat.
“Kadang ada yang diminta transkip, yang dikasih malah KHS,” tukasnya.
Permohonan yang masuk bukan dari Banda Aceh saja, tetapi seluruh Aceh ada yang mengirim berkas tersebut. Alasannya sekarang karena sudah transparan, mereka sudah baca di koran. Namun kata Azhar untuk tahun depan mereka akan mencari solusi lain bagaimana jangan sampai seperti sekarang ini yang banyak sekali, karena menimbang stafnya yang memeriksapun terbatas.

the globe journal

Tuesday, July 19, 2011

Gubernur BEM Fakultas Hukum Unsam Langsa Dilantik

Dekan Fakultas Hukum Nawawi Amin, SH,MH melantik pengurus BEM
LANGSA - Dekan Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa Nawawi Amin didepan para civitas akademika melantik Said Aqil sebagai Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas hukum periode 2011/2012, Senin, 18 Juli 2011.

Said Aqil selaku gubernur mahasiswa terpilih mengatakan, ini merupakan langkah awal atau pijakan pertama untuk selanjutnya dalam membawa setumpuk amanah yang harus diperjuangan. “Tentunya dalam hal ini dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, dengan demikian konsolidasi sangat penting baik dengan pihak kampus ataupun dengan organisasi  kemahasiswaan dan kepemudaan sehingga tantangan ke depan akan lebih mudah di hadapi,” kata Said dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi The Atjeh Post.

Saat melantik gubernur mahasiswa itu, Dekan Nawawi Amin mengatakan mahasiswa harus memiliki kepribadian dan karakter berdasarkan nilai-nilai Islam dengan berpatokan pada 4 pilar utama yatu olah fikir, olah hati, olah raga dan olah rasa/karsa.

Nawawi menjelaskan, olah fikir  meliputi cerdas, kritis, inovatif, ingin tau, berfikir terbuka, produktif, berorientasi ilmu pengetahun dan teknologi serta reflektif. Olah hati meliputi beriman, bertaqwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban dan berjiwa patriotik.

Olah raga meliputi bersih dan sehat, disiplin, sportif, bersahabat, kompetitif, ceria dan gigih. Olah rasa/karsa meliputi ramah, saling menghargai, toleran, suka menolong, nasionalis, mengutamakan kepentingan umum, dinamis, gotong royong dan bekerja keras. “Sehingga dari sini lanjut akan lahir calon -calon pemimpin bangga yang berbudi pekerti luhur dan bertanggung jawab dengan berazaskan nilai-nilai islam,”  kata Nawawi.

Sunday, July 17, 2011

Gerakan Mahasiswa Aceh Mencabut Dukungan Untuk Muhammad Nazar

GEMA saat konferensi pers batal dukung Nazar | The Atjeh Post
BANDA ACEH - Gerakan Mahasiswa Aceh (GEMA) mencabut dukungan yang sebelumnya  diberikan kepada Muhammad Nazar sebagai Calon Gubernur Aceh. Pernyataan tersebut diberikan ketua GEMA Aceh dalam konferensi pers di Yellow CafĂ©, Simpang Lima, Banda Aceh, Minggu sore (17/7). Menurut Ketua GEMA Aceh, M.Anis Mauliza, terjadi permasalahan prinsipil antara GEMA ACEH dengan pihak Muhammad Nazar Center (MNC) selaku pengelola Tim/ lembaga pemenangan Muhammad Nazar sebagai Calon Gubernur Aceh. Namun Anis tidak menjelaskan secara detail permasalahan tersebut. “Tidak etis untuk kami jelaskan disini, namun perlu kami sampaikan ada kesulitan dalam membangun komunikasi dengan pihak MNC”, kata Anis yang didampingi sejumlah pengurus GEMA.

Menurut Anis, pihaknya telah memberitahukan pencabutan dukungan tersebut kepada MNC dan Muhammad Nazar selaku kandidat. Namun pemberitahuan yang dikirim melalui SMS itu tidak mendapat respon.

Sebagai bukti pencabutan dukungan, GEMA juga menarik seluruh dokumen yang pernah diberikan pada MNC sebagai bentuk dukungan mereka. “Seluruh dokumen administrasi yang pernah kami berikan, sudah kami ambil kembali” kata Anis, “Kami mendukung dan kini menarik dukungan tanpa tekanan dari pihak lain.”

Pada 11 Juli lalu, 116 lembaga termasuk GEMA mendeklarasikan dukungannya kepada Nazar untuk menjadi calon gubernur Aceh pada pilkada mendatang.

Pada konferensi pers tersebut, GEMA juga berharap pilkada dapat dijalankan sesuai jadwal KIP. “Kami akan tetap mengawal proses Pilkada Aceh, dengan cara kami selaku mahasiswa,” ujar Anis.


Kalender Akademik Universitas Samudra Langsa 2011-2012


Thursday, July 14, 2011

Meutia Halida, Bikin Novel Berawal Dari Ngeblog

Meutia Halida Khairani/Dok. Pribadi
Jakarta – Menjadi seorang blogger memang bukan sesuatu yang sulit, menulis berbagai cerita dan pengalaman, aktivitas lintas blog dan masih sangat banyak lainnya ternyata akan membuat hasil yang patut dibanggakan jika ditekuni dengan baik.

Meutia Halida Khairani atau akrab disapa Meutia, blogger cewek asal Aceh ini baru saya menerbitkan novel terbarunya. Novel terbarunya yang mengambil latar dunia fantasy diberi judul “Crush”.
Cewek asal kota kuliner Sate Matang yang kini bekerja disalah satu perusahaan swasta di Jakarta mempunyai cerita menarik seputar aktivitasnya ngeblog. Pemilik blog http://rancupid.blogspot.com, sudah melanglang buana selama dua tahun dengan label blog Rancupid.

Menurut Meutia, novel “Crush” yang punya arti kehancuran tersebut adalah hasil inspirasinya selama bermain game Final Fantasy di Playstation. “Saya suka main game, karena ketularan sama game akhirnya jadi suka berhayal, ingin bikin cerita sekeren game itu,” tegas Mutia ketika dihubungi lewat Facebook.

Tidak hanya itu, dalam novelnya tersebut Meutia juga mengangkat sosok kakak cowoknya yang diberinama Haikal. “Karakter Haikal dalam novel tersebut sama persis seperti karakter Abang (panggilan kakak cowok di Aceh) saya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Terbitnya novel berjudul Crush ini juga menjadi inspirasi pertama bagi Meutia untuk menerbitkan novel lewat jalur mandiri alias indie.

Selain sibuk ngeblog, sampai saat ini Meutia masih masih fokus dengan masalah label “Rancupid” nama blognya sendiri yang akan dibuat sebagai media dan nama penerbit juga kedepannya. Lewat aktivitas ngeblog yang hampir dua tahun belakangan ini, berbagai pengalaman pun banyak didapat Meutia lewat berbagai event besar yang diikutinya, seperti dari Blackberry, tampil di majalah CHIC, bahkan diundang ke berbagai acara dan talkshow.

Tidak lupa, Meutia juga memberikan sedikit tips untuk blogger yang suka nulis dan ingin menerbitkan buku dan sering terkendala urusan modal, Meutia menyarakan lewat nulisbuku.com. “Lewat situs itu, kita tidak perlu modal sama sekali, apalagi mereka juga sudah terkenal lewat jaringan worldwide-nya. Tapi, kalau yang punya modal pilih saja untuk menerbitkan sendiri, ya hitung-hitung bisa dapat untung lebih,” tambahnya sambil tertawa.

Meutia juga memberi pesan bagi blogger, untuk tetap setia mengelola baik blog dengan membuat kategori sesuai tema-temanya. Siapa tahu, kedepan blog yang dikelola bisa jadi sebuah buku dengan kreasi Anda.

Sumber : seputar aceh.com

Mahasiswa Hanya Mengejar Gelar?

Fadel Aziz Pase
Oleh : Fadel Aziz Pase

Melihat realitas yang terjadi, khususnya di kalangan perguruan tinggi, mayoritas mahasiswa masih belum mampu memahami identitas sosialnya. Yakni, sebagai generasi dengan sikap progresif dan militansi cukup signifikan untuk mendorong perubahan masyarakat.

Kebanyakan mahasiswa hanya sibuk dengan tugas yang diberikan oleh dosen. Mereka jarang terlibat kegiatan-kegiatan di masyarakat, sehingga tidak mengerti perkembangan di masyarakat itu sendiri.

Mahasiswa harus mampu menyeimbangkan diri terhadap kondisi sosial masyarakat, sehingga kegiatan di kampus tidak semata-mata kuliah  dan kemudian pulang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Di balik itu semua, mahasiswa mempunyai tugas dan peran yang penting dalam masyarakat, terutama untuk kemajuan negara Indonesia.

Fakta yang terjadi di kalangan mahasiswa sekarang sangat berlawanan dengan pandangan masyarakat pada umumnya, tidak memiliki harkat dan martabat tinggi. Karena masih banyak lulusan mahasiswa yang sulit mencari kerja dan bertindak anarkis yang kurang mencermikan agen perubahan.


Pembangunan idealisme akan kesadaran kritis bukanlah yang bersifat progresif terhadap realitas. Peran mahasiswa sebagai kaum intelektual sudah terdegradasi. Padahal mahasiswa adalah harapan rakyat sebagai regenerasi muda bangsa Indonesia. Akan tetapi, apa yang diinginkan oleh mahasiswa tidak sejalan dengan keinginan rakyat, bahkan rakyat menilai jika mahasiswa itu hanya bisa bertindak anarkis saja.

Sebagian besar mahasiswa di era sekarang ini, hanya mengejar gelar. Mahasiswa seakan-akan tidak peduli dengan segala kebutuhan masyarakat tehadap pemerintah. Hanya segelintir mahasiswa yang masih mau menyalurkan amanat dari masyarakat dengan cara yang baik.

Selain itu mahasiswa sekarang yang mengalami degradasi, baik dari segi intelektualisme, idealisme, patriotisme, maupun semangat jati diri mereka, cenderung untuk berpikir pragmatis dalam menghadapi persoalan. Hal tersebut terjadi karena pengaruh budaya barat yang tidak terkendali telah meracuni pemuda dan mahasiswa.

Kesimpulannya adalah peran mahasiswa sangat besar, namun mereka kurang sadar akan hal tersebut, sehingga mereka hanya dengan mudahnya menyelesaikan persoalan menggunakan emosi. Lepas dari pandangan buruk tentang mahasiswa, masih banyak mahasiswa yang menggunakan intelektualnya untuk ikut serta membangun masyarakat.

(Fadel Aziz Pase, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa) 

Tuesday, July 12, 2011

2 PTN Indonesia Masuk 20 Besar Asia

Ilustrasi
Kiprah perguruan tinggi di dunia maya kembali diperbarui oleh 4ICU (www.4icu.org), yang dikenal dengan World Universities Web Ranking.
Sebanyak 10.200 perguruan tinggi di 200 negara dievaluasi berdasarkan tiga kriteria, yaitu Google Pagerank, Yahoo Inbound links, dan Alexa Traffic Rank. Hasil pemeringkatan dirilis setiap semester, yaitu pada Januari dan Juli.

Pada data terbaru yang dirilis 6 Juli 2011, dua perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk dalam daftar 20 universitas terpopuler untuk wilayah Asia, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Adapun jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang dievaluasi adalah sebanyak 154 perguruan tinggi, atau naik sebanyak 3 PT dibandingkan edisi Januari 2011, yang tercatat sebanyak 151 PT.  Hanya ITB yang masuk ke dalam daftar Top 100 dunia, yaitu urutan ke-44. Selebihnya, termasuk UGM yang masuk ke dalam daftar 20 PT terbaik di Asia, tidak mampu menyusup ke dalam daftar bergengsi tersebut.

Berikut ini daftar 10 perguruan tinggi terpopuler di Indonesia menurut 4ICU (Juli 2011):
1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
3. Universitas Indonesia (UI)
4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
5. Universitas Gunadarma
6. Universitas Diponegoro (UNDIP)
7. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
8. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
9. Universitas Sebelas Maret (UNS)
10. Universitas Sumatera Utara (USU).

Dibandingkan pemeringkatan sebelumnya (Januari 2011), terjadi beberapa perubahan signifikan. Misalnya, UI yang sebelumnya bertengger di peringkat kedua berhasil disalip UGM. Sementara IPB lompat jauh dari peringkat 12 ke peringkat 4, mengungguli Gunadarma, UNDIP, ITS, UPI, UNS, dan USU.

Jika menilik komposisi perguruan tinggi negeri dan swasta, hanya tersisa Gunadarma yang menghuni daftar 10 besar. Sementara Universitas Bina Nusantara (Binus) yang sebelumnya berada di peringkat 8, posisinya merosot ke peringkat 19.

Pada edisi kali ini, jawara dunia masih diraih oleh MIT. Ia berhasil melengserkan jawara sebelumnya, Stanford University, yang turun ke peringkat 4. Amerika Serikat menguasai sepuluh besar dunia, dan hanya menyisakan satu perguruan tinggi di peringkat ke sepuluh, yaitu University of Cambridge dari Inggris.

Untuk wilayah asia, dominasi China juga merambah ke popularitas di dunia maya. China mewakilkan enam perguruan tingginya di sepuluh besar Asia, yang dipimpin oleh Peking University. Sedangkan Jepang hanya menempatkan satu PT, yaitu Keio University yang menempati urutan ketiga di Asia.

National University of Singapore menjadi wakil dari Asia Tenggara yang berhasil masuk Top 10 Asia, yaitu pada peringkat kelima. Dua PT lainnya yang masuk Top 10 Asia berasal dari India. Hanya dua PTN Indonesia berhasil masuk Top 100 Asia, yaitu ITB di peringkat 11 dan UGM di peringkat 17. VIVAnews.com

Nurul Husna Ajak Pria Aceh Menari

 Nurul Husna | The Atjeh Post
Jangan tanya soal kelenturan tubuhnya. Sebab, Nurul Husna telah berlatih mengolah gerakan badannya sejak duduk di bangku sekolah dasar.  Bekal itulah yang kemudian mengantarnya menggeluti seni tari.

Meski sibuk menekuni studi sebagai mahasiswa semester 5 di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dara kelahiran Tapaktuan ini, masih sempat meluangkan waktu untuk berlatih, meski tak lagi aktif di sanggar tari Cut Nyak Dhien, tempat ia menimba ilmu tari.

Saat masih aktif di sanggar tari itu, Nurul sempat beberapa kali tampil mementaskan tarian dalam acara lauching produk beberapa perusahaan perbankan dan juga telekomunikasi di Aceh. Malah, gadis yang juga punya hobi menyanyi ini ditugaskan sebagai penjemput tamu-tamu penting.

Menurut Nurul, tarian Aceh masih tetap menjadi primadona. Apalagi tarian Aceh punya karakter yang khas. Saat diundang ke kantor redaksi The Atjeh Post, Jumat lalu, dara kelahiran 11 Maret 1992 ini banyak berkisah soal harapannya terhadap dunia seni tari di Aceh, termasuk bagi kaum pria Aceh.

Berikut petikan perbincangannya.


Sejak kapan mulai menjadi penari?
Dari kecil memang Nurul sudah suka menari. Di sekolah juga Nurul sering ikut lomba menari mewakili sekolah, juga waktu Nurul masuk SMP. SMA Nurul mulai masuk sanggar Cut Nyak Dhien. Di situ mulai fokus dan tampil di beberapa acara penyambutan tamu. Sekarang sudah jarang latihan, karena sekarang  sedang fokus kuliah.

Bagaimana proses latihannya?
Kalau belajar dasar ya waktu masih di SD, waktu masuk sanggar Nurul diajarkan lebih jauh soal gaya dan bagaimana gerakan-gerakan dari masing-masing tarian yang kami pelajari. Kami latihan tiga hari dalam seminggu. Waktu di sanggar itu Nurul sangat menikmati ya, karena semuanya kita seperti saudara sendiri.

Sudah pernah membawakan tarian apa saja?
Lebih seringnya Ranuep Lampuan. Tarian Aceh kan banyak. Ada Ranuep Lampuan, Prang Sabil, Tari Likok Pulo dan beberapa tarian lainnya. Nurul juga lebih sering jadi pagar ayunya, yang tugasnya seperti mengalungkan bunga dan menjemput tamu.


Apa yang membuat Nurul suka menari?
Bagi nurul menari itu khususnya tarian Aceh itu bisa membangkitkan semangat, baik bagi kita sendiri dan juga bagi para penonton. Apalagi ketika kita tampil didepan banyak orang, kita berusaha menghadirkan penampilan yang sebaik mungkin. Itu yang membuat Nurul tertantang dan menyukai dunia tari.




Bagaimana Nurul melihat perkembangan tarian Aceh sekarang?
Memang tarian Aceh itu sudah dikenal banyak orang. Waktu masih aktif di sanggar, kami juga sering mendapatkan undangan tampil di beberapa acara di luar negeri. Jadi menurut Nurul perkembangan seni tari di Aceh cukup baik dan prospeknya cukup bagus. Tarian Aceh insyaallah ke depannya masih tetap disenangi banyak orang.


Agar seni tari Aceh lebih baik lagi bagaimana?
Yang perlu dikembangkan mungkin minat remaja-remaja sekarang untuk mencintai  dan  melestarikan tarian Aceh. Sebab Nurul lihat sudah banyak remaja Aceh yang tak suka menari. Dengan begitu,  kedepannya tarian Aceh itu ada yang melanjutkan.
Apalagi cowok. Sekarang jarang sekali cowok mau ikut menari. Takut dibilang banci. Padahal tidak, karena banyak juga tarian Aceh yang melibatkan cowok sebagai penarinya. Mungkin persepsi takut dibilang banci itu perlu diubah, dan cowok-cowok Aceh bisa lebih terlibat di seni tari.[]

atjehpost.com

Sunday, May 8, 2011

Museum Tsunami Segera Dibuka Kembali untuk Masyarakat

Banda Aceh - Museum Tsunami Aceh yang selama setahun terakhir ditutup untuk pelaksanaan renovasi setelah selesai dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, dalam waktu dekat akan segera dibuka kembali untuk masyarakat (umum).
Sebelumnya, museum yang berada di sekitar lapangan Blang Padang Banda Aceh tersebut masih kosong, dan saat ini telah diisi dengan berbagai jenis benda peninggalan bencana tsunami oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta dilengkapi foto-foto display bersejarah.
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Jumat (6/5) melakukan peninjauan langsung ke lokasi Museum Tsunami tersebut menjelang dibuka secara resmi untuk masyarakat pada 8 Mei 2011. Ia juga menyatakan, pengelolaan museum akan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dengan membentuk sebuah UPTD Khusus.
"Pengelolaan Museum Tsunami ini ada kecenderungannya oleh pemerintah provinsi, semacam UPTD Khusus nanti. Sedangkan untuk dana operasional sementara ini dibantu oleh Kementerian ESDM dan juga untuk perawatannya selama empat tahun ke depan," ujar Irwandi Yusuf, kepada wartawan di sela-sela peninjauan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga didampingi Anggota DPR-RI asal Aceh, Drs M.Nasir Djamil, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Rasyidah M Dallah dan beberapa staf Kementerian ESDM. Diakui, isi museum tersebut belum begitu representatif karena kebanyakan hanya menampilkan berupa foto-foto yang diabadikan saat tsunami, begitupun dinilai untuk sementara sudah mewakili.
"Kita bisa lihat beberapa gambarnya dengan display tadi yang ditampilkan secara berurutan melalui layar LCD. Juga ada informasi tentang bencana gempa bumi dan tsunami yang bisa kita lihat di dalamnya," jelas Irwandi.
Profesional
Gubernur berharap pengelolaan Museum Tsunami harus dilakukan secara profesional, sehingga keberadaannya memberi manfaat bagi kemajuan dunia pariwisata Aceh umumnya, dan Kota Banda Aceh khususnya."Bagi kami, yang penting museum itu harus dikelola dengan baik, sehingga aset wisata itu selalu terjaga," ujarnya.
Museum Tsunami dibangun dekat Blang Padang, yakni lapangan terbuka di pusat ibukota Banda Aceh dengan dilengkapi berbagai fasilitas. Museum dibangun semasa BRR Aceh-Nias dengan anggaran mencapai Rp70 miliar.
Selain sebagai tempat memamerkan barang peninggalan tsunam 26 Desember 2004 lalu, gedung itu juga memiliki fasilitas seperti ruang lukisan bencana, diorama, pustaka, ruang 4 dimensi dan kafe. Rencananya pembukaannya dilaksanakan bertepatan dengan ivent Aceh Fair 2011 di lapangan Blang Padang 8-15 Mei 2011.
Museum ini terdiri dari tiga lantai dan satu lantai dasar. Uniknya, lantai satu merupakan area terbuka yang bisa dilihat dari luar dan untuk duduk santai. Letaknya juga sangat dekat dengan inti kota, yakni di Jalan Iskandar Muda Banda Aceh.
Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rasyidah M Dallah mengungkapkan, museum ini tidak didesain mencerminkan penderitaan dan kedukaan masyarakat Aceh ketika bencana, melainkan sebagai bukti peringatan bahwa Aceh pernah dilanda bencana yang banyak menelan korban dan kini sudah bangkit berdiri kembali membenahi diri. Museum lebih dekat dengan fungsi wisata.dan akan menjadi obyek sejarah, menjadi pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami serta sebagai simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana maha dahsyat itu.
"Museum ini dibuat sebagai warisan kepada generasi mendatang dalam bentuk pesan bahwa di daerahnya pernah terjadi bencana gelombang tsunami dan untuk mengingatkan bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang mengancam wilayah Indonesia patut untuk terus diwaspadai," ujarnya.

 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan