Wednesday, August 17, 2011

Meninggalnya Abu Ceubrek, Disholatkan 50 Kali Berjamaah

ACEH UTARA -  Kepergian ulama kharismatik Aceh Tengku Muhammad Bin Malem Puteh atau sering disebut Abu Ceubrek ke tempat peristirahatan terakhir diwarnai cucuran air mata dan rasa haru ribuan pelayat.

Tengku Abdullah Reubee, adik sepupu alamarhum yang juga memimpin upacara talkin mayat, Selasa (16/8), mengatakan, Tengku Muhammad adalah salah satu ulama tertua di Aceh.

Beliau terkenal cerdas memahami hukum Islam, jujur, dan tidak segan menasihati siapapun yang membutuhkan, termasuk pejabat tinggi di Aceh.

Ulama besar yang sering dijadikan tolok ukur dalam memahami hukum fiqih dan ilmu falakh itu dimakamkan di kompleks pesantrennya Babus Sa'adah Desa Ceubrek, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Senin siang (15/8).

Sebelumnya, jenazah almarhum disalatkan hingga 50 kali berjamaah bergantian oleh ribuan santri, ulama, pejabat pemerintah, dan pelayat dari berbagai daerah di Provinsi Aceh.

"Pasalnya, begitu banyak pelayat yang ingin menunaikan salat jenazah," kata Tengku Marhaban Habibi, anggota Permusyawaratan Ulama Kabupaten Aceh Utara.

Karena itu, rencana pemakamam sebelumnya pada hari meninggal dunia Minggu (14/8), terpaksa ditunda hingga Senin (15/8) siang. (MR/OL-5)

www.mediaindonesia.com


 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan