Wednesday, July 13, 2011

Pertamina siap bangun terminal regasification LNG di Arun

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) siap mengubah kilang LNG di Arun menjadi terminal regasification LNG.

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan bilang, langkah itu tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah. "Kapasitasnya sekitar 100 juta kaki kubik per hari (mmscfd)," kata Karen.

Jumlah volume tersebut mampu mencukupi kebutuhan gas untuk wilayah Aceh dan sekitarnya. Kebutuhan gas untuk wilayah Aceh sekitar 50 mmscfd. Namun, Karen masih bungkam berapa besar kebutuhan dana investasi yang harus dikeluarkan oleh Pertamina untuk terminal regasification tersebut. "Kita ingin tidak hanya membangun regasification tapi Arun akan menjadi satelit LNG," jelas Karen.

Dirjen minyak dan gas bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Herawati Legowo mengatakan, pemerintah memiliki rencana untuk membangun terminal regasification di Arun. "Kita akan bangun keduanya baik di Belawan dan Arun. Kebutuhannya cukup besar sehingga dibutuhkan keduanya," jelas Evita.

Karen menambahkan, saat ini Pertamina sedang melakukan perundingan dengan PLN untuk menentukan jumlah kebutuhan gas perusahaan setrum plat merah itu. Untuk sumber LNG, bisa bersumber dari domestik dan impor LNG.

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pase Energy Kabupaten Aceh Utara, Terpiadi A. Majid mengatakan mendorong supaya pemerintah pusat membangun terminal regasification Arun untuk pertumbuhan perekonomian Aceh. Dengan terpenuhinya kebutuhan gas di Aceh, beberapa industri di Aceh akan hidup kembali.

"Kontrak ekspor Arun akan berakhir 2014, apabila tidak digunakan terminal regasifikasi oleh pemerintah maka pabrik senilai ratusan juta rupiah itu akan menjadi sia-sia. Terminal regasifikasi akan membuat industri di Aceh akan berlangsung dengan baik secara langsung ataupun tidak langsung dan akan ada pasokan energi listrik untuk Aceh," kata Terpiadi.

Selain mendorong pemerintah untuk membangun terminal regasification, pemerintah daerah lewat BUMD juga ingin terlibat dalam pembangunan regasification tersebut. "BUMD ingin ambil bagian di proyek itu," kata Terpiadi.

Menjawab hal itu, Karen mempersilakan pemerintah daerah jika ingin bergabung dan ikut terlibat. Pertamina terbuka terhadap keinginan daerah. "Iya tapi kita harus lihat skema model bisnisnya seperti apa dulu baru bisa memutuskan," kata Karen.



 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan