BANDA ACEH - Calon Gubernur Aceh dari Partai Nasional (Parnas) masih belum final. Hingga kini masih dalam kajian dan dicermati serius oleh pengurus pusat. Sedangkan hasil survey terakhir yang dilaksanakan oleh Golkar dan Demokrat, Irwandi Yusuf (Gubernur Incumbent) masih teratas.
Selanjutnya, disusul Muhammad Nazar (Wagub Aceh), Sulaiman Abda (Ketua DPD P. Golkar Aceh), Tarmizi A. Karim (mantan Pj Gubernur Kaltim), Zaini Abdullah (Eks GAM) dan Professor Darni M Daud (Rektor Unsyiah).
Survey tahap dua, Golkar yang memakai Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA, dilakukan sejak Mei hingga Juli 2011. Sedangkan Survey tahap lalu, Irwandi yang dikenal dengan program JKA-nya tetap bertengger di urutan teratas, disusul tokoh Aceh lainnya yang namanya selama ini disebut sebagai calon gubernur Aceh.
Survey Partai Golkar Aceh ini hasilnya tidak jauh berbeda dengan survey yang dilakuakn Lembaga Survey Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Muzani. Survey yang dilakukan Partai Demokrat untuk melihat elektabilitas para tokoh Aceh, ternyata nama Irwandi Yusuf masih berada di nomor satu, disusul M Nazar, dan Tarmizi Karim.
Kedua survey ini dibeberkan secara terpisah di kantor DPP masing masing. Yakni di kantor DPP Partai Golkar Jalan Slipi, Jakpus dan DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, No. 146 Jakarta Pusat, Selasa (11/7). Dibuka hasil survey bersamaan kedua partai besar yang memiliki kursi di DPRA cukup signifikan itu, ketika membahas tentang calon Gubernur Aceh periode 2012-2017.
Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Sulaiman Abda, membenarkan calon Gubernur dari Partai Golkar pembahasannya belum final. “Tolong bersabar ya, tunggu dalam minggu ini sudah tuntas,” kata dia, tadi sore.
Kenapa ditunda? Sulaiman menyatakan masih diperlukan kajian mendalam. “Kita inginkan calon yang diusung partai Golkar yang terbaik dan bisa membawa perubahan, meningkatkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Aceh,” ujarnya.
Siapa kira-kira figurnya? Kata Sulaiman, ada di antara enam calon seperti yang terjaring dalam survey LSI. Yang penting, lanjut dia, Partai Golkar menginginkan pemilukada di Aceh berjalan demokratis. “Berikan kesempatan kepada rakyat seluas-luasnya untuk memilih calon pemimpinnya dengan rasa aman dan damai,” kata Sulaiman.
Selanjutnya, disusul Muhammad Nazar (Wagub Aceh), Sulaiman Abda (Ketua DPD P. Golkar Aceh), Tarmizi A. Karim (mantan Pj Gubernur Kaltim), Zaini Abdullah (Eks GAM) dan Professor Darni M Daud (Rektor Unsyiah).
Survey tahap dua, Golkar yang memakai Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA, dilakukan sejak Mei hingga Juli 2011. Sedangkan Survey tahap lalu, Irwandi yang dikenal dengan program JKA-nya tetap bertengger di urutan teratas, disusul tokoh Aceh lainnya yang namanya selama ini disebut sebagai calon gubernur Aceh.
Survey Partai Golkar Aceh ini hasilnya tidak jauh berbeda dengan survey yang dilakuakn Lembaga Survey Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Muzani. Survey yang dilakukan Partai Demokrat untuk melihat elektabilitas para tokoh Aceh, ternyata nama Irwandi Yusuf masih berada di nomor satu, disusul M Nazar, dan Tarmizi Karim.
Kedua survey ini dibeberkan secara terpisah di kantor DPP masing masing. Yakni di kantor DPP Partai Golkar Jalan Slipi, Jakpus dan DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, No. 146 Jakarta Pusat, Selasa (11/7). Dibuka hasil survey bersamaan kedua partai besar yang memiliki kursi di DPRA cukup signifikan itu, ketika membahas tentang calon Gubernur Aceh periode 2012-2017.
Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Sulaiman Abda, membenarkan calon Gubernur dari Partai Golkar pembahasannya belum final. “Tolong bersabar ya, tunggu dalam minggu ini sudah tuntas,” kata dia, tadi sore.
Kenapa ditunda? Sulaiman menyatakan masih diperlukan kajian mendalam. “Kita inginkan calon yang diusung partai Golkar yang terbaik dan bisa membawa perubahan, meningkatkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Aceh,” ujarnya.
Siapa kira-kira figurnya? Kata Sulaiman, ada di antara enam calon seperti yang terjaring dalam survey LSI. Yang penting, lanjut dia, Partai Golkar menginginkan pemilukada di Aceh berjalan demokratis. “Berikan kesempatan kepada rakyat seluas-luasnya untuk memilih calon pemimpinnya dengan rasa aman dan damai,” kata Sulaiman.
7:36 PM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
