BANDA ACEH - Gerakan para pimpinan partai politik nasional dan partai politik lokal di Aceh yang melakukan gerakan politik untuk meminta kepada pemerintah pusat untuk melakukan penundaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh 2011, akan dilawan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.
Irwandi berencana akan melalukan aksi tandingan dengan menggelar deklarasi bersama 180 orang calon independen bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota di Banda Aceh untuk meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak melakukan penundaan Pemilukada di Aceh.
Kepada Waspada Online, salah seorang pimpinan parpol di Aceh yang minta namanya dirahasiakan, menjelaskan bahwa deklarasi itu akan dilakukan, Hari ini (18/7) bertempat di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. “Hal ini akan semakin memperpanas situasi politik Aceh,” sebutnya.
Sementara itu, pengamatan Waspada Online di lokasi acara yang bertempat di Hotel Hermes Palace tersebut, sudah mulai didatangi oleh para calon independen yang berasal dari kabupaten/kota dari seluruh Aceh.
Menurut analis politik dari Centra Politika, Gading Hamonangan, aksi Gubernur Aceh Irwandi cs adalah sesuatu yang fatal dan justru blunder. “Jelas itu suatu langkah dan strategi yang salah,” ungkapnya.
Ditambahkanya, sikap saling unjuk kekuatan politik ini justru akan semakin memperkeruh suasana, dan akan semakin menambah alasan agar Pemilukada di Aceh ditunda, karena situasinya semakin rumit dan saling unjuk kekuatan yang justru akan berdampak buruk pada stabilitas politik dan keamanan di Aceh.
Sebelumnya, riak-riak panas menjelang pemilihan Gubernur Aceh yang digelar 14 November mendatang terus mengalir. Elit dan pimpinan politik lokal dan partai politik nasional Aceh, merekomendasikan perlunya penundaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh 2011.
Rekomendasi tersebut semakin menjelaskan situasi bahwa saat ini Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, tidak didukung oleh mayoritas elit politik yang ada di Aceh.
Irwandi berencana akan melalukan aksi tandingan dengan menggelar deklarasi bersama 180 orang calon independen bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota di Banda Aceh untuk meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak melakukan penundaan Pemilukada di Aceh.
Kepada Waspada Online, salah seorang pimpinan parpol di Aceh yang minta namanya dirahasiakan, menjelaskan bahwa deklarasi itu akan dilakukan, Hari ini (18/7) bertempat di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. “Hal ini akan semakin memperpanas situasi politik Aceh,” sebutnya.
Sementara itu, pengamatan Waspada Online di lokasi acara yang bertempat di Hotel Hermes Palace tersebut, sudah mulai didatangi oleh para calon independen yang berasal dari kabupaten/kota dari seluruh Aceh.
Menurut analis politik dari Centra Politika, Gading Hamonangan, aksi Gubernur Aceh Irwandi cs adalah sesuatu yang fatal dan justru blunder. “Jelas itu suatu langkah dan strategi yang salah,” ungkapnya.
Ditambahkanya, sikap saling unjuk kekuatan politik ini justru akan semakin memperkeruh suasana, dan akan semakin menambah alasan agar Pemilukada di Aceh ditunda, karena situasinya semakin rumit dan saling unjuk kekuatan yang justru akan berdampak buruk pada stabilitas politik dan keamanan di Aceh.
Sebelumnya, riak-riak panas menjelang pemilihan Gubernur Aceh yang digelar 14 November mendatang terus mengalir. Elit dan pimpinan politik lokal dan partai politik nasional Aceh, merekomendasikan perlunya penundaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh 2011.
Rekomendasi tersebut semakin menjelaskan situasi bahwa saat ini Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, tidak didukung oleh mayoritas elit politik yang ada di Aceh.
3:20 AM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
