| Gubernur Aceh Irwandi Yusuf |
BANDA ACEH - Usulan penundaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh 11 partai politik (parpol) di Aceh ditanggapi serius oleh pemerintah dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat.
Bahkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyentil, "jangan karena tidak mampu menangkap tikus, lantas lumbung padinya yang dibakar."
Sementara KIP Aceh tetap menjalankan tahapan Pemilukada Aceh, meski parpol lokal maupun nasional meminta Pemilukada ditunda.
Irwandi menyebutkan, secara norma hukum dan ketentuan yang berlaku, hanya ada tiga alasan kenapa Pilkada ditunda. Pertama, tidak ada anggaran. Kedua, terjadi bencana alam yang mengganggu tahapan Pilkada sebagian atau seluruh tahapan. Terakhir, adanya kerusuhan yang mengganggu sebagian atau seluruh tahapan.
Jadi, menurut Irwandi, aspirasi parpol yang digagas oleh Partai Aceh tidak satu pun mengakomodir satu atau ketiga alasan penundaan. "Saya bisa memaklumi kalau aspirasi penundaan itu datang dari kawan-kawan Partai Aceh," katanya, tadi sore.
Namun, Irwandi menyayangkan, kalau Partai Nasional juga ikut minta penundaan. “Apa mereka tidak memahami hukum dan aturan. Jangan-jangan karena nafsu dan birahi untuk menang Pilkada, semua cara dihalalkan," cetusnya.
Bila dikatakan Pemilukada tidak memiliki dasar hukum, menurut Irwandi yang akan maju melalui jalur Independen ini, apa mereka tidak paham hukum. Dasar hukumnya konkrit, payung hukumnya ada dan perangkat hukumnya juga jelas.
“Kalau ada satu tikus dalam lumbung padi dan anggaplah saya tikus itu, jangan karena tidak mampu mengusir tikusnya maka jangan pulalah membakar lumbung padi itu,” katanya.
Secara matematika, menurut Irwandi, ada 178 calon independen, apa penundaan tersebut tidak memicu gugatan hukum kalau Pemilukada ditunda. Bila dihitung dengan jumlah suara dukungannya mana lebih banyak pendukung parpol atau independen.
"Artinya, minat dan dukungan masyarakat lebih besar kepada independen. Janganlah menzhalimi rakyat, kalau saya sudah biasa dizalimi," kata gubernur Aceh.
Sementara, Wakil Ketua KIP Aceh, Ilham Syahputra, mengatakan KIP pada prinsipnya menghargai pernyataan dari hasil pertemuan parpol di Aceh, Rabu (13/7) malam di sebuah restoran di Seutui, Banda Aceh.
“Jika dikaitkan dengan perdamaian itu sah-sah saja mereka meminta menunda Pemilukada, tetapi KIP belum bisa menunda tahapan Pemilukada yang telah ditetapkan sebelum ada instruksi dari KPU Pusat untuk menunda Pemilukada,” tegas Ilham.
Jika di kemudian hari Presiden SBY melakukan kajian terhadap permintaan parpol, pasti presiden memanggil KPU dan apabila meminta KPU untuk menunda, baru KIP Aceh mematuhi,” katanya.
Ilham menuturkan, sampai saat ini KIP tetap menjalankan tahapan, apapun pernyataan parpol pada intinya KIP sangat menghargai.
Bahkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyentil, "jangan karena tidak mampu menangkap tikus, lantas lumbung padinya yang dibakar."
Sementara KIP Aceh tetap menjalankan tahapan Pemilukada Aceh, meski parpol lokal maupun nasional meminta Pemilukada ditunda.
Irwandi menyebutkan, secara norma hukum dan ketentuan yang berlaku, hanya ada tiga alasan kenapa Pilkada ditunda. Pertama, tidak ada anggaran. Kedua, terjadi bencana alam yang mengganggu tahapan Pilkada sebagian atau seluruh tahapan. Terakhir, adanya kerusuhan yang mengganggu sebagian atau seluruh tahapan.
Jadi, menurut Irwandi, aspirasi parpol yang digagas oleh Partai Aceh tidak satu pun mengakomodir satu atau ketiga alasan penundaan. "Saya bisa memaklumi kalau aspirasi penundaan itu datang dari kawan-kawan Partai Aceh," katanya, tadi sore.
Namun, Irwandi menyayangkan, kalau Partai Nasional juga ikut minta penundaan. “Apa mereka tidak memahami hukum dan aturan. Jangan-jangan karena nafsu dan birahi untuk menang Pilkada, semua cara dihalalkan," cetusnya.
Bila dikatakan Pemilukada tidak memiliki dasar hukum, menurut Irwandi yang akan maju melalui jalur Independen ini, apa mereka tidak paham hukum. Dasar hukumnya konkrit, payung hukumnya ada dan perangkat hukumnya juga jelas.
“Kalau ada satu tikus dalam lumbung padi dan anggaplah saya tikus itu, jangan karena tidak mampu mengusir tikusnya maka jangan pulalah membakar lumbung padi itu,” katanya.
Secara matematika, menurut Irwandi, ada 178 calon independen, apa penundaan tersebut tidak memicu gugatan hukum kalau Pemilukada ditunda. Bila dihitung dengan jumlah suara dukungannya mana lebih banyak pendukung parpol atau independen.
"Artinya, minat dan dukungan masyarakat lebih besar kepada independen. Janganlah menzhalimi rakyat, kalau saya sudah biasa dizalimi," kata gubernur Aceh.
Sementara, Wakil Ketua KIP Aceh, Ilham Syahputra, mengatakan KIP pada prinsipnya menghargai pernyataan dari hasil pertemuan parpol di Aceh, Rabu (13/7) malam di sebuah restoran di Seutui, Banda Aceh.
“Jika dikaitkan dengan perdamaian itu sah-sah saja mereka meminta menunda Pemilukada, tetapi KIP belum bisa menunda tahapan Pemilukada yang telah ditetapkan sebelum ada instruksi dari KPU Pusat untuk menunda Pemilukada,” tegas Ilham.
Jika di kemudian hari Presiden SBY melakukan kajian terhadap permintaan parpol, pasti presiden memanggil KPU dan apabila meminta KPU untuk menunda, baru KIP Aceh mematuhi,” katanya.
Ilham menuturkan, sampai saat ini KIP tetap menjalankan tahapan, apapun pernyataan parpol pada intinya KIP sangat menghargai.
10:01 PM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
