Bireuen - Wartawan The Globe Journal, Muhajir Juli nyaris ditimpuk dengan bata oleh seorang pengemis yang mangkal di perempatan lampu merah Simpang Empat kota Bireuen. Insiden ini terjadi akibat wartawan tersebut memotret aksi "pertunjukan belas kasihan" pengemis itu didepan pos Satlantas, Jumat (15/7) sekitar pukul 15.00 WIB.
Merasa terancam, kemudian Muhajir melapor ke polisi lalulintas yang sedang piket di Pos Lantas. Kepada polisi dia mengatakan, bahwa si oknum pengemis sempat hendak melempar dirinya dengan bata karena mengambil gambar si pengemis itu, padahal tujuan diambil foto kerena posisi duduk si pengemis sudah diatas badan jalan raya.
"Saat sampai di simpang empat saya mengambil foto si pengemis karena posisinya sudah berbahaya bagi dirinya dan pengguna jalan raya. Merasa dijadikan objek si pengemis kelihatan marah dan mengambil bata hendak melempar," aku Muhajir yang nyaris terjatuh saat mengelak dan si pengemis urung melempar.
Sementara polisi yang bertugas saat dihubungi The Globe Journal mengatakan, memang keberadaan pengemis disimpang lampu merah telah mengganggu pengguna jalan. Namun itu bukan kewenangan kami untuk mengusir pengemis itu, tapi Dinas Sosial yang punyak hak mengatasi keberadaannya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bustami Hamid saat dihubungi mengatakan, untuk menertibkan pengemis pihaknya harus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan DPRK setempat.
" Kita tidak mempunyai anggaran untuk mengatasi para pengemis, kalau pun kita tangkap kemana mereka harus kita tempatkan, ini merupakan problema yang kita alami," ujarnya.
Merasa terancam, kemudian Muhajir melapor ke polisi lalulintas yang sedang piket di Pos Lantas. Kepada polisi dia mengatakan, bahwa si oknum pengemis sempat hendak melempar dirinya dengan bata karena mengambil gambar si pengemis itu, padahal tujuan diambil foto kerena posisi duduk si pengemis sudah diatas badan jalan raya.
"Saat sampai di simpang empat saya mengambil foto si pengemis karena posisinya sudah berbahaya bagi dirinya dan pengguna jalan raya. Merasa dijadikan objek si pengemis kelihatan marah dan mengambil bata hendak melempar," aku Muhajir yang nyaris terjatuh saat mengelak dan si pengemis urung melempar.
Sementara polisi yang bertugas saat dihubungi The Globe Journal mengatakan, memang keberadaan pengemis disimpang lampu merah telah mengganggu pengguna jalan. Namun itu bukan kewenangan kami untuk mengusir pengemis itu, tapi Dinas Sosial yang punyak hak mengatasi keberadaannya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bustami Hamid saat dihubungi mengatakan, untuk menertibkan pengemis pihaknya harus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan DPRK setempat.
" Kita tidak mempunyai anggaran untuk mengatasi para pengemis, kalau pun kita tangkap kemana mereka harus kita tempatkan, ini merupakan problema yang kita alami," ujarnya.
10:19 PM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
