Banda Aceh - Peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia Ke-66 di Aceh kali ini juga diwarnai dengan temu ramah Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dengan para bekas pejuang kemerdekaan Republik Indonesia dan keluarganya, Rabu (17/8) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Dalam acara ini hadir 75 orang veteran yang diundang dari 32 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Aceh yang didata oleh Biro Kesra Provinsi Aceh.
M.Yakub KS, salah seorang veteran asal Aceh Tamiang, yang tergabung dalam Laskar Mujahidin saat di wawancarai The Globe Journal di Anjong Mon Mata mengatakan bahwa pemerintah daerah masih memperhatikan para veteran dan keluarga veteran yang ada di Aceh. “Kami dari Aceh Tamiang diundang mengikuti temu bicara tentang masalah HUT kemerdekaan ke-66 sangat agak lumayan, kami ini ada merasa terundang, berarti perhatian pemerintah daerah ini adalah untuk kami,”paparnya secara gamblang.
Saat ditanyai apakah Indonesia sudah merdeka secara menyeluruh, bekas pejuang jaman penjajahan Jepang ini mengatakan bahwa Indonesia sudah benar-benar merdeka dari jajahan Jepang dan Belanda. “Kalau menurut saya kalau masalah kemerdekaan melawan belanda Jepang sudah merdeka, kalau memberantas kemiskinan dan keadilan kemerdekaan itu memang belum ada. karena belum agak merata. Karena masih ada kemiskinan,”jelasnya.
Menurutnya untuk memberantas kemiskinan tersebut, harus ada pembinaan terhadap akhlak generasi muda. Yakub mengatakan bahwa kalau akhlak itu betul-betul dibina dan betul-betul diisyaratkan dengan hati, menurutnya generasi muda ini pasti akan bisa mengingat jaman penjajahan dan jaman sekarang sehingga bisa berbakti lebih baik untuk negara dan nusa bangsanya. “Dari akhlak itulah dasarnya,”ujarnya.
Yakub juga sempet berbagi pengalamannya kepada The Globe Journal bagaimana dia berjuang melawan tentara jepang di Kuala Simpang. Yakub menjadi salah satu pejuang Laskar Mujahidin di Kuala Simpang di bawah pimpinan Muhammad Hanafi. Pada saat tentara Jepang masuk ke Aceh, Yakub beserta kawan-kawannya bertahan di Medang Ara.
Mereka juga sempat dikomandokan oleh pimpinannya untuk bergerak mundur ke Alue Gumbang, dekat sungai menuju daerah Rantau. Dengan tambahan pasukan yang dibantu dari Langsa, Laskar Mujahidin menghantam habis tentara Jepang di sana. “Begitulah sejarah kami di laskar mujahidin,”kisahnya.
2:43 AM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
