Banda Aceh - Sejak dibukanya penerimaan berkas beasiswa Pemda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), sampai saat ini permohonan terus meningkat mencapai 14 ribu lebih, belum termasuk S2 dan S3. Beberapa hari yang lalu telah dikeluarkan pengumuman percepatan penutupan dari jadwal sebelumnya, dengan asumsi supaya tidak mencapai 10.000 berkas, yang berakibat tidak cukup waktu untuk diperiksa kelengkapan berkas tersebut.
Ketua Pelaksana Lembaga Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) Aceh, Ir. Izhar, MM kepada The Globe Journal Selasa (16/8) mengatakan, meskipun jumlahnya sudah melebihi dari 10.000, tetapi pihaknya tidak berhak menutup sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan.
Ketua Pelaksana Lembaga Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) Aceh, Ir. Izhar, MM kepada The Globe Journal Selasa (16/8) mengatakan, meskipun jumlahnya sudah melebihi dari 10.000, tetapi pihaknya tidak berhak menutup sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan.
“Kita tidak bisa tahan mereka, kita boleh saja target tetapi kalau melebihi kan tidak bisa bilang sudah cukup harus di stop, gak bisa begitu, kita tetap terima sampai batas waktu pengumuman kita,”kata Izhar.
Data sementara yang diperoleh oleh The Globe Journal Selasa (16/8) pagi dari Lembaga Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) Aceh , S1 sebanyak 14.567 berkas, S2 1005 berkas, dan S3 sebanyak 97 berkas.
Tambahnya, semua berkas yang masuk akan diproses yang mana yang memenuhi syarat dan yang tidak. Nanti pihaknya akan membuat rapat untuk menentukan siapa yang berhak menerima.
Sementara ditanya mengenai berapa anggaran bantuan beasiswa untuk tahun ini, pihaknya belum tahu berapa anggarannya, namun untuk tahun 2010 kemarin anggarannya 3 milliar untuk 1400 penerima yang sudah terseleksi. Sementara yang memasukan permohonan tahun lalu itu cuma 4000 berkas.
“Itulah minat sekarang, dulu mungkin tidak diumumkan, sekarang kita umumkan. Mungkin dulu yang dapat yang sekitar-sekitar disini saja, sekarang memang harus transparan,”ujarnya.
Menurut Izhar, mahasiswa sekarang banyak yang ikut-ikutan, mereka tidak melihat syarat-syaratnya, padahal kalau dicek, banyak yang tidak memenuhi syarat.
“Kadang ada yang diminta transkip, yang dikasih malah KHS,” tukasnya.
Permohonan yang masuk bukan dari Banda Aceh saja, tetapi seluruh Aceh ada yang mengirim berkas tersebut. Alasannya sekarang karena sudah transparan, mereka sudah baca di koran. Namun kata Azhar untuk tahun depan mereka akan mencari solusi lain bagaimana jangan sampai seperti sekarang ini yang banyak sekali, karena menimbang stafnya yang memeriksapun terbatas.
the globe journal
1:44 AM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
