Banda Aceh - Gonjang-ganjing Kurs Mata Uang Dollar Amerika Serikat yang cenderung merosot tajam beberapa pekan ini,nilai tukar Dollar Amerika terhadap Rupiah adalah Rp.8535/USD, sementara harga emas produksi PT.Aneka Tambang Tbk, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (10/08) berkisar 473.000 rupiah per gram. Paradoks ini membuat sebagian masyarakat berfikir ulang mencari solusi Alternatif berinvestasi. Harga Emas yang cenderung stabil dipandang sebagai salah satu bentuk investasi yang aman,selain tanah dan property.
Khusus dalam urusan 'Tabungan Haji' ternyata hal ini telah diselenggarakan orang-orang tua zaman di Aceh. Makanya kalau mau pergi ke Mekkah mulai saat ini menabunglah dengan Emas, seperti melamar Dara Baroe dengan beberapa Manyam Meuh.Jika ada cita-cita naik haji, maka tabunglah dengan beli Emas, jangan tabung ke bank' demikian petuah bijak seorang tua di Aceh. Nurdin AR,Kepala Museum Aceh, yang dihubungi The Globe Journal, Rabu (10/8) via telepon mengungkapkan, " 30 - 40 % masyarakat di kampung saya yakin masih melakukan hal itu, setahu saya sampai dengan tahun 90-an masyarakat yang berangkat haji menjual emas terlebih dahulu," ujarnya
Dilanjutkannya, " sebagai salah satu alat tukar, emas yang dikumpulkan satu gram - dua gram itu sampai dengan mencukupi, dijual dan pergi haji (Tabungan orang tua-tua di perkampungan di Aceh-red) meskipun kini perbankan merambah hingga pelosok Kecamatan, saya pikir masih saja ada masyarakat yang menabung dengan emas sebagai bekal berangkat haji mereka. karena Emas Aman dan untung selalu, uang susut terus seperti dollar." tegasnya serius
Muslim (45 Tahun) penduduk Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, mengatakan, " saya baru sadar ternyata 'endatu geutanyoe' telah memberikan contoh konkrit dengan menabung emas untuk berangkat haji, ternyata sejarah tidak bisa disembunyikan bagaimana Dirham Aceh yang terbuat dari emas dahulu bisa menjadi alat tukar hingga ke wilayah Khilafah Islam di Turki" Angguknya serius.
Khusus dalam urusan 'Tabungan Haji' ternyata hal ini telah diselenggarakan orang-orang tua zaman di Aceh. Makanya kalau mau pergi ke Mekkah mulai saat ini menabunglah dengan Emas, seperti melamar Dara Baroe dengan beberapa Manyam Meuh.Jika ada cita-cita naik haji, maka tabunglah dengan beli Emas, jangan tabung ke bank' demikian petuah bijak seorang tua di Aceh. Nurdin AR,Kepala Museum Aceh, yang dihubungi The Globe Journal, Rabu (10/8) via telepon mengungkapkan, " 30 - 40 % masyarakat di kampung saya yakin masih melakukan hal itu, setahu saya sampai dengan tahun 90-an masyarakat yang berangkat haji menjual emas terlebih dahulu," ujarnya
Dilanjutkannya, " sebagai salah satu alat tukar, emas yang dikumpulkan satu gram - dua gram itu sampai dengan mencukupi, dijual dan pergi haji (Tabungan orang tua-tua di perkampungan di Aceh-red) meskipun kini perbankan merambah hingga pelosok Kecamatan, saya pikir masih saja ada masyarakat yang menabung dengan emas sebagai bekal berangkat haji mereka. karena Emas Aman dan untung selalu, uang susut terus seperti dollar." tegasnya serius
Muslim (45 Tahun) penduduk Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, mengatakan, " saya baru sadar ternyata 'endatu geutanyoe' telah memberikan contoh konkrit dengan menabung emas untuk berangkat haji, ternyata sejarah tidak bisa disembunyikan bagaimana Dirham Aceh yang terbuat dari emas dahulu bisa menjadi alat tukar hingga ke wilayah Khilafah Islam di Turki" Angguknya serius.
8:56 PM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
