PIDIE - Seorang anggota TNI mengamuk di Kantor Dinas Kependudukan, Kabupaten Pidie, karena menolak antre saat membantu mengurus kartu tanda penduduk (KTP) untuk saudaranya.
Akibat peristiwa itu, kaca pintu kantor pecah, selanjutnya oknum TNI itu kabur dari lokasi kejadian. Saksi mata menjelaskan, aksi itu terjadi secara tiba-tiba.
Saat itu TNI berpangkat Kopral datang dan berbicara dengan petugas kantor Dinas Kependudukan Pidie. Oleh petugas meminta agar oknum TNI dari Kodim 0102 Pidie itu antre seperti warga lain.
Namun, kata warga, oknum TNI itu tetap ngotot mendahulukan pembuatan KTP milik saudaranya, serta mengabaikan puluhan warga lain yang sudah lama mengantre.
"Tetapi petugas pembuatan KTP dari Dinas Kependudukan Pidie mempersilahkan oknum anggota TNI itu antre. Selanjutnya anggota TNI itu langsung ke luar dan memecahkan kaca kantor Dinas Kependudukan,” kata beberapa warga yang menyaksikan aksi tersebut, tadi siang.
Sementara petugas dan pegawai kantor Dinas Kependudukan Pidie saat ditanya enggan berkomentar. Mereka terlihat shock akibat peristiwa tersebut.
Kapendam Iskandar Muda, Subagio Irianto, mengaku sudah mendengar peristiwa itu. Kata dia, kasusnya sedang dilakukan pendalaman. “Kalau terbukti oknum TNI ini berbuat salah, akan diberi sanksi,” kata Subagio sembari menyebut, semua kerugian sudah diselesaikan Dandim Pidie.
Akibat peristiwa itu, kaca pintu kantor pecah, selanjutnya oknum TNI itu kabur dari lokasi kejadian. Saksi mata menjelaskan, aksi itu terjadi secara tiba-tiba.
Saat itu TNI berpangkat Kopral datang dan berbicara dengan petugas kantor Dinas Kependudukan Pidie. Oleh petugas meminta agar oknum TNI dari Kodim 0102 Pidie itu antre seperti warga lain.
Namun, kata warga, oknum TNI itu tetap ngotot mendahulukan pembuatan KTP milik saudaranya, serta mengabaikan puluhan warga lain yang sudah lama mengantre.
"Tetapi petugas pembuatan KTP dari Dinas Kependudukan Pidie mempersilahkan oknum anggota TNI itu antre. Selanjutnya anggota TNI itu langsung ke luar dan memecahkan kaca kantor Dinas Kependudukan,” kata beberapa warga yang menyaksikan aksi tersebut, tadi siang.
Sementara petugas dan pegawai kantor Dinas Kependudukan Pidie saat ditanya enggan berkomentar. Mereka terlihat shock akibat peristiwa tersebut.
Kapendam Iskandar Muda, Subagio Irianto, mengaku sudah mendengar peristiwa itu. Kata dia, kasusnya sedang dilakukan pendalaman. “Kalau terbukti oknum TNI ini berbuat salah, akan diberi sanksi,” kata Subagio sembari menyebut, semua kerugian sudah diselesaikan Dandim Pidie.
waspada.co.id
3:04 PM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
