Tuesday, July 19, 2011

Partai Aceh dan Irwandi Makin Tajam

BANDA ACEH - Persikukuhan politik antara Partai Aceh (PA) dan Gubernur Irwandi Yusuf semakin tajam, dengan masing-masing pihak memperkuat posisi melakukan berbagai maneuver dan aksi-aksi untuk konsolidasi kekuatan.

Juru Bicara PA, Fachrul Razi, mengatakan entah memang waktunya yang dirancang secara bersamaan, atau memang suatu kebetulan, proses konsolidasi kedua kubu tersebut dilakukan dihari yang sama, waktu yang sama, namun berbeda lokasi tempat kegiatan.

Menurut Fachrul, lokasi kegiatan acara konsolidasi politik Irwandi Yusuf bersama dengan puluhan masa pendukungnya dan juga 73 pasangan calon independen bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota dilaksanakan di salah satu hotel berbintang lima di Banda Aceh.

"Bentuk konsolidasi politik Irwandi sendiri diwujudkan dalam suatu deklarasi bersama Forum Persaudaraan Calon Independen (FPCI) yang dituangkan dalam deklarasi lampineung yang meminta kepada pemerintah pusat untuk tidak melakukan penundaan Pemilukada," ujar Fachrul, tadi siang.

Ia mengatakan, deklarasi yang dibacakan oleh juru bicara Ghazali Abas Adan menekankan tidak ada satupun alasan untuk dilakukan penundaan Pemilukada, sehingga FPCI meminta kepada pemerintah pusat untuk menyelenggarakan pelaksanaan Pemilukada sesuai dengan agenda dan tahapan yang telah ditetapkan oleh KIP, yakni 14 November 2011.

Fachrul menambahkan, seteru politik Irwandi dengan PA juga merupakan partai yang pernah dia bela pada pemilihan legislatif  2009, juga melakukan pertemuan serupa. PA secara organisasi politik memobilisasi 300 kader yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

"Lokasi Acara yang mengambil tempat sederhana, dengan ruang pertemuan sederhana, yakni di Asrama Haji Banda Aceh. Pertemuan ini dilakukan untuk menyikapi kondisi kekinian dan situasi politik di Aceh, dan juga termasuk opsi penundaan Pemilukada Aceh 2011," ujarnya.

Hasil pertemuan ini, kata Fachrul, nantinya akan menjelaskan sikap politik yang tegas dari PA terhadap penundaan Pemilukada Aceh dan juga opsi penundaan Pemilukada serta langkah-langkah politik yang akan dilakukan oleh PA dengan memaksimalkan semua potensi dan kekuatan politik PA yang ada diparlemen, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Aceh.

"Namun satu hal yang pasti sikap kami sudah jelas, menolak calon independen, dan kami akan semaksimal mungkin mendorong penundaan Pemilukada Aceh sampai dengan adanya kerangka regulasi dan peraturan yang kuat dalam tahapan dan penyelenggaraan pelaksanaan Pemilukada itu sendiri berdasarkan Undang-undangan Pemerintahan Aceh," tegasnya.


 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan