Thursday, July 14, 2011

Menggoda Syahwat, Masyarakat Kritik PNS berbaju Ketat

Bireuen - Masyarakat kabupaten Bireuen mengkritik banyaknya PNS maupun pegawai honorer di lingkungan Pemkab Bireuen yang menggenakan pakaian dinas "ketat" saat berkantor. Kelakuan berpakaian yang "agak menyimpang" itu kebanyakan dilakukan oleh pegawai perempuan yang masih berusia muda.

Seperti disampaikan oleh Hj. Ummiah (50) warga Kota Juang yang sering bertandang ke kantor pemerintah. Menurut Ummiah, model pakaian dinas yang digunakan oleh beberapa pegawai perempuan termasuk ketat. Sebab nampak sekali tonjolan dada. Selain itu belahan belakang rok juga ada yang sampai menampakkan lipatan lulut. sehingga menimbulkan kesan tidak baik bagi si pemakai sendiri.

Hal yang sama juga diakui oleh Hambali (40). Menurut warga Kecamatan Kuala tersebut, terkadang pakaian yang digunakan oleh pegawai perempuan di lingkungan Pemkab Bireuen suka membuat para pria salah tingkah.



"Saya melihat cara mereka berpakaian sudah sedkit mengakali aturan. Artinya pakaian dinas yang mereka kenakan sudah dijahit modis dan mengikuti trend ketat. Padahal kan mereka kerja disektor pelayanan publik. Tentu akan menimbulkan polemik. Kita yang melihat saja suka salah tingkah, dilihat salah, tak dilihat juga salah," kata Hambali sambil tersenyum.

Menanggapi keluhan dari masyarakat, Usman Kelana selaku Komandan Polisi Syariat Bireuen kepada The Globe Journal mengatakan bahwa pihaknya juga sering mendengar keluhan semacam itu dari masyarakat. Bahkan banyak yang menuding WH tidak becus dalam bekerja. Masak yang diluar dirazia, yang satu gedung tak dirazia.

Komandan WH itu mengakui bahwa pihaknya sudah memanggil para kepala dinas untuk mendiskusikan masalah itu. Intinya Polisi Syariat meminta kepada tiap-tiap kepala dinas agar memberikan teguran kepada bawahan mereka masing-masing agar tidak lagi memakai pakaian ketat. Sebab selain melanggar etika, juga mereka pekerja sektor publik yang selalu menjadi sorotan masyarakat.

Saat ditanya pegawai dinas apa saja yang banyak berpakaian ketat, Usman Kelana tidak menjawab. Dia beralasan tidak baik menyebutkan dinas apa saja. Hal yang terpenting adalah kedepan tidak ada lagi pegawai yang berpakaian yang bisa "menggoda syahwat". 


Sumber : theglobejournal


 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan