BANDA ACEH - Pascapeleburan Aceh United ke Persiraja Banda Aceh, para pendukung menyambut baik kesepakatan tersebut demi menjaga langkah Laskar Rencong di liga profesional musim depan.
Ketua Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (Skull), T Iqbal Djohan, Minggu (21/8), menyebutkan pihaknya menyambut baik langkah tersebut. "Hanya kami mewanti-wanti agar nama besar Persiraja itu tetap terjaga, meski sudah merger," katanya.
Kecuali itu, dia juga mengingatkan agar peleburan itu tidak merugikan Persiraja. "Syukur jika saling menguntungkan. Yang paling penting, harapan kami bisa ikut kompetisi musim depan," ujar Iqbal.
Memang harus diakui, jika tanpa merger, maka dipastikan Persiraja bakal absen dalam kompetisi nanti. Apalagi peleburan ini bukan berarti Laskar Rencong dijual kepada Aceh United.
"LPI atau Aceh United masuk ke Persiraja hanya mensupport dana agar roda Persiraja berputar," kata Presiden Klub AU, M Zaini Yusuf, kepada Waspada.
Disebutkannya, dikarenakan ini berbentuk Perseroan Terbatas, maka semua pendukung Persiraja boleh membeli saham. "Semakin banyak orang Aceh yang membeli saham maka semakin sedikit saham LPI/AU di klub," tukas dia.
Menurut Zaini, dewasa ini Indonesia sedang menuju industri sepakbola modern. "Jadi tidak ada sesuatu yang akan merugikan Persiraja dan pendukungnya. Tapi justru akan membuat Persiraja makin berkibar di liga pro Indonesia dan juga Asia," tukas dia.
Setelah merger, pihak LPI akan menyuplai dana kepada Persiraja. Rencananya, pihak LPI akan mensupport dana selama tiga tahun dengan rincian permusim Rp15 miliar plus garansi Rp5 miliar. Diperkirakan, setelah tiga tahun Persiraja sudah mandiri.
Sebelumnya, CEO LPI, Widjajanto, menambahkan kini Persiraja sudah bisa mengontrak pemain dan pelatih untuk persiapan liga profesional pada Oktober mendatang. "Nama liga dan mekanismenya akan diputuskan segera," kata dia. (b05)
Ketua Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (Skull), T Iqbal Djohan, Minggu (21/8), menyebutkan pihaknya menyambut baik langkah tersebut. "Hanya kami mewanti-wanti agar nama besar Persiraja itu tetap terjaga, meski sudah merger," katanya.
Kecuali itu, dia juga mengingatkan agar peleburan itu tidak merugikan Persiraja. "Syukur jika saling menguntungkan. Yang paling penting, harapan kami bisa ikut kompetisi musim depan," ujar Iqbal.
Memang harus diakui, jika tanpa merger, maka dipastikan Persiraja bakal absen dalam kompetisi nanti. Apalagi peleburan ini bukan berarti Laskar Rencong dijual kepada Aceh United.
"LPI atau Aceh United masuk ke Persiraja hanya mensupport dana agar roda Persiraja berputar," kata Presiden Klub AU, M Zaini Yusuf, kepada Waspada.
Disebutkannya, dikarenakan ini berbentuk Perseroan Terbatas, maka semua pendukung Persiraja boleh membeli saham. "Semakin banyak orang Aceh yang membeli saham maka semakin sedikit saham LPI/AU di klub," tukas dia.
Menurut Zaini, dewasa ini Indonesia sedang menuju industri sepakbola modern. "Jadi tidak ada sesuatu yang akan merugikan Persiraja dan pendukungnya. Tapi justru akan membuat Persiraja makin berkibar di liga pro Indonesia dan juga Asia," tukas dia.
Setelah merger, pihak LPI akan menyuplai dana kepada Persiraja. Rencananya, pihak LPI akan mensupport dana selama tiga tahun dengan rincian permusim Rp15 miliar plus garansi Rp5 miliar. Diperkirakan, setelah tiga tahun Persiraja sudah mandiri.
Sebelumnya, CEO LPI, Widjajanto, menambahkan kini Persiraja sudah bisa mengontrak pemain dan pelatih untuk persiapan liga profesional pada Oktober mendatang. "Nama liga dan mekanismenya akan diputuskan segera," kata dia. (b05)
waspada.online
10:24 PM
Fadel Aziz Pase

Posted in:
