Tuesday, July 12, 2011

Aceh Tidak Bisa Pisah Antara Kultur dan Agama

MEDAN - Hampir 100 persen masyarakat Aceh beragama muslim. Ini membuat warga tidak dapat memisahkan kehidupannya dengan kultur agama itu sendiri.

Demikian dikemukakan dosen luar biasa Fisib Universitas Sumatera Utara (USU) Fernanda Putra Adela S Sos MA yang hadir pada acara focus group discussion, Selasa (12/07/2011).

Fernanda yang sudah berkeliling di kawasan Aceh diantaranya Lhoksemawe, Sigli, Pidie mendapatkan bukti bahwa pemberian otonomi yang luas untuk Aceh menjadi Provisi Aceh Darussalam oleh pemerintah pusat membuat kawasan tersebut diberikan wewenang untuk mengembalikan kultur atau ciri khas lokalnya.

"Kolaborasi adat dan agama yang ada di masyarakat Aceh tidak bisa dilepaskan baik aspek politik maupun sosial kemasyarakatan. Adat dan agama merupakan satu kesatuan dalam kehidupan masyarakat Aceh yang menjadi dasar bagi struktur kekeluargaan dan hubungan sosial," ujarnya.

Ia juga menjelaskan terkait gampong yang dalam bahasa Aceh berarti semacam model pemerintahan di Aceh masih ada. Bahkan gampong dianggap sebagai suatu hal yang lebih baik dari model kelurahan.

TRIBUN-MEDAN.com


 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan